Prabowo Minta Provinsi dan Kabupaten/Kota Tak Gelar HUT Besar-Besaran, "Cukup Potong Tumpeng"

Daftar Isi

 

Prabowo Minta Provinsi dan Kabupaten/Kota Tak Gelar HUT Besar-Besaran, "Cukup Potong Tumpeng"
Foto ( istimewa) : Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia Periode  2024/2029

Jakarta, NTBZONE.COM– Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pemerintah harus terus meningkatkan efisiensi anggaran di seluruh tingkatan pemerintahan. Ia meminta setiap pengeluaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan memangkas belanja yang dinilai tidak efisien.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato dalam rangka penyampaian Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan di hadapan DPR RI, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo mengatakan pemerintah akan mendorong konsolidasi pembelanjaan pemerintah agar pengadaan barang dan jasa dapat dilakukan secara lebih efisien. Menurutnya, pemerintah harus menghindari pola pengadaan yang dilakukan secara sendiri-sendiri apabila kebutuhan dan barang yang dibeli sebenarnya sama.

“Pemerintah di semua tingkatan harus lebih efisien. Kita harus kurangi semua pengeluaran tidak efisien,” tegas Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan apresiasinya karena saat ini tidak lagi terdapat anggaran khusus untuk perayaan ulang tahun kementerian secara besar-besaran. Menurutnya, peringatan ulang tahun kementerian cukup dilakukan secara sederhana di lingkungan kantor.

“Saya gembira sekarang tidak ada lagi anggaran untuk ulang tahun kementerian. Ulang tahun kementerian cukup potong tumpeng di kantor saja,” ujar Prabowo.

Prabowo berharap kebijakan serupa juga diterapkan oleh pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Ia meminta tidak ada lagi penggunaan anggaran negara untuk menggelar perayaan ulang tahun secara besar-besaran.

“Dan saya berharap juga di semua provinsi dan semua kabupaten kota jangan ada anggaran untuk merayakan ulang tahun, ulang tahun besar-besaran,” katanya.

Presiden menilai anggaran yang sebelumnya berpotensi digunakan untuk kegiatan seremonial akan lebih bermanfaat apabila dialihkan untuk kebutuhan masyarakat. Ia menyebut perbaikan sekolah, rumah sakit, serta peningkatan kesejahteraan guru sebagai contoh penggunaan anggaran yang lebih prioritas.

“Lebih baik perbaiki sekolah, perbaiki rumah sakit, tingkatkan gaji guru daripada seremoni, upacara-upacara, upacara-upacara,” tegasnya.

Meski demikian, Prabowo menegaskan tidak seluruh kegiatan upacara harus dihilangkan. Menurutnya, upacara peringatan Hari Kemerdekaan yang dilaksanakan secara terpusat tetap menjadi bagian penting yang wajib diselenggarakan.

“Tapi kalau upacara hari kemerdekaan secara terpusat, itu wajib,” pungkas Prabowo.

Kebijakan efisiensi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan setiap rupiah anggaran negara memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan habis untuk kegiatan yang bersifat seremonial dan minim dampak langsung.