Polres Lotim Masih Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Keruak

Daftar Isi
Polres Lotim Masih Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Keruak
Foto ( Istimewa) : AKBP Ariakta Gagah Nugraha, Kapolres Kab.Lombok Timur

Lombok Timur, NTBZONE.COM – Kepolisian Resor Lombok Timur terus mendalami dugaan tindak kekerasan seksual yang menimpa seorang anak berusia 5 tahun di wilayah Kecamatan Keruak. Masyarakat diminta untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Kapolres Lombok Timur, AKBP Ariakta Gagah Nugraha, menegaskan bahwa penanganan kasus tersebut masih berada pada tahap penyelidikan. Sejumlah pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut saat ini masih dimintai keterangan oleh penyidik.

"Proses penyelidikan masih berjalan. Kami sedang memeriksa beberapa orang yang diduga mengetahui atau berkaitan dengan kejadian tersebut guna mengungkap pelaku sebenarnya," ujar AKBP Ariakta Gagah Nugraha, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, penyidik masih fokus mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi. Karena itu, masyarakat diminta bersabar dan tidak berspekulasi terkait informasi yang beredar mengenai jumlah maupun identitas terduga pelaku.

Kapolres menjelaskan, proses penyelidikan menghadapi tantangan karena saksi utama dalam peristiwa tersebut hanya korban dan seorang teman korban yang juga masih berusia anak-anak. Keterangan yang diberikan keduanya masih perlu didalami karena belum sepenuhnya konsisten.

"Sampai saat ini kami masih mendalami dua orang yang diduga terkait dengan kasus ini. Namun kami tidak bisa gegabah menetapkan seseorang sebagai pelaku tanpa didukung bukti yang cukup," katanya.

Untuk mengungkap kasus tersebut, kepolisian telah berkoordinasi dengan pemerintah desa, kepala dusun, serta berupaya mencari saksi tambahan yang dapat membantu proses penyelidikan.

Selain itu, minimnya saksi dan tidak adanya kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian menjadi salah satu kendala yang dihadapi penyidik. Saat ini hasil pemeriksaan medis atau visum menjadi salah satu alat bukti penting dalam proses penyelidikan.

Polisi juga mengajak masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus tersebut agar segera melapor kepada aparat penegak hukum, bukan menyebarkannya melalui media sosial yang berpotensi memunculkan informasi tidak akurat.

"Kami berharap masyarakat yang mengetahui informasi penting terkait kasus ini dapat menyampaikannya kepada kepolisian agar segera ditindaklanjuti," ungkapnya.

Kasus ini mendapat perhatian serius dari Polres Lombok Timur mengingat korban masih berusia sangat muda. Kepolisian pun mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di luar rumah.

Orang tua juga diminta terus memberikan edukasi kepada anak agar tidak mudah mengikuti ajakan orang asing atau menerima iming-iming tertentu yang dapat membahayakan keselamatan mereka.

"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melindungi anak-anak. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman agar kejadian serupa tidak terulang kembali," tutup Kapolres.