![]() |
| Foto ( R.O ) : Saat Kepala Dinas Sosial Hj.Siti Aminah., S.Sos meliat keadaan keluarga dari Riski |
Lombok Timur, NTBZONE.COM - Respons cepat ditunjukkan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur, Hj.Siti Aminah., S.Sos, setelah mencuatnya kisah Riski, bocah berusia sekitar 10 tahun asal Dusun Dalem Lauk, Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, yang putus sekolah dan hidup dalam keterbatasan.
Melalui sambungan video call, Kadis Sosial langsung berkomunikasi untuk memastikan kondisi anak tersebut sekaligus mencari solusi agar Riski dapat kembali memperoleh hak pendidikannya.
Dalam komunikasi tersebut, Siti Aminah menyampaikan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan adalah menuntaskan dan melengkapi administrasi kependudukan serta dokumen pendukung lainnya. Setelah itu, pihaknya akan menawarkan Riski untuk mengikuti program pendidikan melalui Sekolah Rakyat (SR) yang saat ini menjadi salah satu program pemerintah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan rentan putus sekolah.
Namun demikian, menurutnya proses tersebut harus diawali dengan kelengkapan administrasi serta persetujuan dari orang tua atau wali sebagai syarat utama.
"Kita akan bantu urus administrasinya terlebih dahulu. Setelah lengkap, kita tawarkan masuk Sekolah Rakyat. Tentu harus ada persetujuan dari orang tua dan seluruh persyaratan yang dibutuhkan," ujar Kadis Sosial saat video call.
Langkah cepat Dinas Sosial ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk PLT Kepala Wilayah (Kawil) Dusun Dalem Lauk, Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Subawaehi.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Sosial Lombok Timur yang dinilai sigap merespons persoalan sosial yang dialami warganya.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Kadis Sosial Lombok Timur yang sangat cepat merespons dan menindaklanjuti keluhan masyarakat. Ini menunjukkan pemerintah hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan," kata Subawaehi.
Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap kasus-kasus sosial seperti yang dialami Riski memberikan harapan baru bagi masyarakat kecil yang selama ini kesulitan mengakses layanan pendidikan maupun bantuan sosial.
Kasus Riski sebelumnya menjadi perhatian setelah terungkap bahwa bocah asal Lendang Nangka tersebut sudah tidak bersekolah lagi. Dalam kesehariannya, ia kerap membantu pekerjaan ringan, disuruh berbelanja oleh warga, hingga melakukan pekerjaan yang mampu dikerjakannya untuk memperoleh sedikit upah. Bahkan, di usia yang masih sangat muda, Riski juga diketahui telah mengenal rokok.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa masih ada anak-anak di Lombok Timur yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak agar tidak kehilangan masa depan akibat putus sekolah dan persoalan sosial lainnya.
Dengan adanya respons cepat dari Dinas Sosial Lombok Timur, masyarakat berharap Riski dapat segera mendapatkan akses pendidikan yang layak dan kembali merasakan masa kecil yang semestinya dijalani oleh anak seusianya.

Social Header