Jakarta, NTBZONE.COM – Bupati Lombok Timur bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Dr. Drs. H. M. Juaini Taofik, M.AP, melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia guna membahas berbagai persoalan pendidikan yang masih dihadapi daerah, khususnya terkait kondisi sarana dan prasarana sekolah. Rabu,02/06/2026
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Lombok Timur secara langsung melaporkan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah bahwa masih banyak ruang kelas di Lombok Timur yang mengalami kerusakan sedang hingga berat. Kondisi tersebut telah diusulkan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai dasar pengajuan Program Rehabilitasi Sekolah Tahun 2026.
Sekretaris Daerah Lombok Timur, Dr. Drs. H. M. Juaini Taofik, M.AP, menjelaskan bahwa pemerintah daerah berharap usulan tersebut mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat mengingat kebutuhan rehabilitasi ruang belajar yang cukup mendesak demi menjamin kenyamanan dan keselamatan peserta didik.
"Pak Bupati menyampaikan secara langsung kepada Pak Menteri terkait masih banyaknya ruang kelas yang mengalami kerusakan sedang maupun berat. Seluruhnya telah diusulkan melalui Dapodik sebagai bagian dari kebutuhan rehabilitasi sekolah tahun 2026," ujar Juaini Taofik.
Selain itu, Pemkab Lombok Timur juga menyampaikan kondisi dua sekolah dasar yang mengalami kerusakan atap sangat parah, yakni sekolah yang berada di wilayah Kotaraja dan Jerowaru.
Menurut Juaini Taofik, Menteri Pendidikan merespons cepat laporan tersebut dan langsung memberikan arahan kepada Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar untuk segera menindaklanjuti kebutuhan perbaikan kedua sekolah tersebut.
"Untuk dua sekolah dasar yang mengalami kerusakan atap cukup berat di Kotaraja dan Jerowaru, Pak Menteri langsung menugaskan Sesditjen Pendidikan Dasar agar segera dilakukan penanganan dan perbaikan," jelasnya.
Tidak hanya membahas persoalan fisik bangunan sekolah, Menteri Pendidikan juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menyiapkan Infrastruktur Kultural Pendidikan yang mendukung implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) secara berkelanjutan.
Konsep tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan budaya belajar, karakter, dan kualitas pembelajaran yang berkesinambungan.
"Menteri meminta adanya kerja sama yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menyiapkan infrastruktur kultural pendidikan sebagai fondasi pembelajaran mendalam yang berkelanjutan," tambah Juaini.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di Lombok Timur, baik melalui rehabilitasi sarana pendidikan maupun penguatan ekosistem pembelajaran yang lebih berkualitas dan berdaya saing.

Social Header