Breaking News

Anak 10 Tahun Asal Desa Lendang Nangka, Putus Sekolah dan Kehilangan Masa Kecilnya

 

Anak 10 Tahun Asal Desa Lendang Nangka,  Putus Sekolah dan Kehilangan Masa Kecilnya


Lombok Timur, NTBZONE.COM – Di sebuah sudut Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, seorang anak laki-laki bernama Riski menjalani hari-harinya jauh berbeda dengan anak seusianya. Usianya diperkirakan baru sekitar 10 tahun. Namun, kehidupan yang dijalaninya sudah terasa begitu berat.

Saat ditemui dan diajak berbincang, Riski mengaku sudah tidak lagi mengenyam pendidikan. Tidak ada lagi seragam sekolah yang dikenakannya setiap pagi. Tidak ada lagi pelajaran di kelas atau canda tawa bersama teman-teman sebaya.

"Saya sudah tidak sekolah lagi," ucapnya singkat.

Di usia ketika anak-anak lain masih menikmati masa bermain dan belajar, Riski justru lebih sering menghabiskan waktu di jalanan dan lingkungan sekitar kampungnya. Terkadang ia diminta membantu orang dewasa melakukan pekerjaan-pekerjaan ringan yang mampu ia kerjakan. Sesekali ia disuruh berbelanja atau membantu pekerjaan lain untuk mendapatkan sedikit upah.

Jumlah uang yang diterima memang tidak seberapa. Namun bagi Riski, itu menjadi salah satu cara untuk bertahan menjalani hari-harinya.

Yang paling menyentuh adalah ketika ditanya soal teman bermain.

"Tidak ada yang mau menemani saya main," katanya pelan.

Kalimat itu menggambarkan kesepian yang dialami seorang anak yang seharusnya masih berada di bangku sekolah dasar. Masa kecil yang mestinya diisi dengan permainan, keceriaan, dan cita-cita perlahan tergantikan oleh kerasnya realitas kehidupan.

Lebih memprihatinkan lagi, Riski juga sudah mengenal rokok. Kebiasaan yang semestinya jauh dari dunia anak-anak itu kini menjadi bagian dari kesehariannya. Kondisi tersebut menunjukkan bagaimana anak-anak yang kehilangan akses pendidikan dan pengawasan rentan terpapar berbagai persoalan sosial sejak usia dini.

Kisah Riski bukanlah cerita tunggal. Di balik wajah polosnya, tersimpan potret nyata persoalan pendidikan yang masih menjadi pekerjaan rumah besar di Lombok Timur.

Di lansir dari ADBMI Foundation, Data Kementerian Pendidikan tahun 2024 menunjukkan terdapat 21.778 anak tidak sekolah di Kabupaten Lombok Timur. Dari jumlah tersebut, 13.139 anak belum pernah sekolah, 4.309 anak putus sekolah, dan 4.330 anak tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. 

Sementara itu, di kutip dari Ntbsatu.com Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur pada tahun 2024 mengungkapkan bahwa jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Lombok Timur masih berada di kisaran 21 ribu anak, angka yang menjadi salah satu penyebab rendahnya capaian pendidikan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah tersebut.

Di balik angka-angka tersebut, ada nama-nama seperti Riski. Ada anak-anak yang kehilangan kesempatan belajar, kehilangan teman bermain, bahkan kehilangan sebagian masa kecil mereka.

Riski mungkin hanya satu anak dari ribuan anak yang tercatat dalam statistik. Namun di balik satu nama itu tersimpan pertanyaan besar bagi semua pihak: sampai kapan anak-anak seperti Riski harus tumbuh tanpa sekolah, tanpa pendampingan, dan tanpa kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.

© Copyright 2022 - NTB Zone