![]() |
| Foto ( Gok ) : Aplikasi pembelajaran berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) bernama Gurubot resmi diperkenalkan dalam acara Gurubot Awareness Seminar. |
Mataram, NTBZONE.COM – Upaya peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan literasi dan numerasi terus digalakkan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Melalui kemitraan strategis, aplikasi pembelajaran berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) bernama Gurubot resmi diperkenalkan dalam acara Gurubot Awareness Seminar yang digelar hari ini.
Aplikasi yang dikembangkan oleh Skilvul (PT Impactbyte Teknologi Edukasi) ini dirancang khusus untuk membantu siswa sekolah dasar, khususnya kelas 1 hingga kelas 3, dalam menguasai kemampuan dasar membaca, mendengarkan, serta berhitung (kali, bagi, tambah, kurang).
Komitmen Pemerintah Daerah Terhadap Literasi dan Numerasi
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB, Dr. Syamsul Hadi, M.Pd. yang hadir langsung untuk memberikan sambutan sekaligus membuka acara, menegaskan bahwa peningkatan literasi dan numerasi merupakan salah satu layanan dasar pendidikan yang sangat krusial.
"Gambaran hari ini terkait dengan literasi numerasi adalah gambaran masa depan bangsa kita. Kalau kita mau gambaran masa depan bangsa kita itu menjadi cerah, maka salah satu kunci dalam perspektif pendidikan adalah kemampuan literasi dan numerasi siswa yang harus kita kembangkan dan tingkatkan selalu," ujar Dr. Syamsul Hadi dalam sesi wawancara di sela-sela acara.
Dia juga menambahkan bahwa kehadiran teknologi seperti Gurubot ini sangat strategis bagi para guru sebagai instrumen penunjang pembelajaran. Namun, ia mengingatkan agar para pendidik tetap melakukan validasi.
"Ini adalah teknologi, teknologi itu bukan segalanya. Tapi teknologi yang dikendalikan oleh guru. Karena itu, validasi dan verifikasi yang dilakukan oleh guru terhadap apa pun substansi yang diakses menggunakan perangkat ini tetap harus ada," tegasnya.
Solusi Pembelajaran Tanpa Internet (Offline)
Sementara itu, Amanda Simandjuntak pelaku Co-founder Skilvul sekaligus Program Director Gurubot, menjelaskan bahwa aplikasi ini dibangun untuk mendukung Kurikulum Nasional. Salah satu keunggulan utama dari Gurubot adalah kemampuannya untuk diakses di wilayah-wilayah terpencil yang minim akses digital.
"Gurubot adalah aplikasi berbasis teknologi AI untuk belajar literasi dan numerasi yang nantinya bisa digunakan di daerah yang tidak ada internet secara offline," jelas Amanda.
Lebih lanjut, Amanda memaparkan target besar dari inisiatif ini, berkaca pada posisi capaian pendidikan Indonesia di kancah internasional.
"Harapan visinya, kita ingin skor PISA Indonesia naik. Saat ini kita masih berada di bottom ten (10 terbawah) di dunia. Harapannya di masa depan, kita bisa berkontribusi menaikkan skor tersebut serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak-anak Indonesia agar bisa masuk ke Top ten (10 besar) dunia," tambahnya.
Untuk tahun ini, Gurubot menargetkan penerapan di empat area strategis, yaitu Bima, Lombok, Kupang, dan Papua.
Dukungan Lintas Sektor dan Daerah
Seminar yang dimulai tepat pukul 14.00 WITA setelah proses registrasi peserta pada pukul 13.00 WITA ini, turut dihadiri oleh jajaran pemangku kebijakan dari berbagai daerah di Pulau Lombok. Tercatat perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, hingga Lombok Utara hadir sebagai tamu undangan.
Acara ini juga menghadirkan para pakar di bidangnya sebagai pemateri, antara lain Ahmad Junaidi, Ph.D (Tenaga Ahli Gubernur NTB Bidang Pendidikan sekaligus Dosen FKIP Universitas Mataram) serta Indah Febryyani (Learning Specialist & Facilitator Gurubot).
Melalui seminar ini, Dr. Syamsul Hadi berharap para peserta dan guru tidak hanya berhenti pada ceremonial semata, melainkan benar-benar mendalami dan mengaplikasikan teknologi ini demi masa depan generasi muda NTB yang lebih cerah.

Social Header