Breaking News

Bupati Iron Ibaratkan Selaparang Financial “Sedang Sakit Kepala”, Soroti Ketidaksesuaian Data dengan Pernyataan

 



L ombok Timur, NTBZONE.COM – Bupati Lombok Timur Haerul Warisin mengibaratkan kondisi PT Selaparang Financial (SF) saat ini seperti “sedang sakit kepala”. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) di Perusahaan Daerah Agro Selaparang. Kamis, 21/05/2026

Menurut Bupati yang akrab disapa Iron itu, banyak hal yang disampaikan manajemen tidak sesuai antara data, fakta di lapangan, maupun pernyataan yang muncul dalam rapat. Ia menilai kondisi tersebut menjadi tanda adanya persoalan serius dalam tata kelola perusahaan daerah tersebut.

“Kalau data dan pernyataan tidak sesuai, tentu ini membuat kita bingung. Makanya saya ibaratkan Selaparang Financial ini sedang sakit kepala,” ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar persoalan yang terjadi tidak semakin membebani perusahaan daerah maupun keuangan daerah. Ia juga mengingatkan pentingnya transparansi serta kejujuran dalam penyampaian laporan keuangan dan kondisi riil perusahaan.

Sorotan terhadap Selaparang Financial sebelumnya juga muncul dari berbagai pihak, terutama terkait tingginya angka kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) yang disebut mencapai 16,34 persen. Temuan tersebut bahkan menjadi perhatian publik dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Dalam beberapa kesempatan, Bupati Haerul Warisin juga mengkritisi sistem penyaluran kredit di tubuh Selaparang Financial. Ia meminta manajemen lebih selektif dalam menentukan penerima pinjaman agar dana yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan tidak menambah angka kredit bermasalah. 

Selain itu, desakan evaluasi terhadap jajaran direksi PT Selaparang Financial terus menguat. Bagian Ekonomi Setda Lombok Timur bahkan disebut telah menyusun telaahan staf terkait masa jabatan direksi dan menunggu keputusan pemegang saham, dalam hal ini Bupati Lombok Timur. 

Bupati berharap seluruh jajaran perusahaan daerah dapat segera melakukan pembenahan internal, memperbaiki tata kelola, serta mengedepankan profesionalisme agar kepercayaan masyarakat terhadap BUMD tetap terjaga.


© Copyright 2022 - NTB Zone