Breaking News

Potensi Pangan Besar Lotim Jadi Kunci Stabilitas Ekonomi Daerah

 

Potensi Pangan Besar Lotim Jadi Kunci Stabilitas Ekonomi Daerah
Foto ( Humas Pemda ) : Ketua BAZNAS RI Bersama Bupati Lombok Timur Melakukan Panen Raya Di Pringge Baya.

Lombok Timur, NTBZONE.COM – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia, H. Sodik Mudjahid, mendorong transformasi manajemen pangan nasional dengan mengambil inspirasi dari keberhasilan Thailand, sekaligus mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam mengelola potensi lahan kering melalui proyek percontohan tani.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Panen Raya Lumbung Pangan Baznas Jagung varietas ADV Jago di Kecamatan Pringgabaya, Kamis (23/4).

Menurut Ketua Baznas RI, Kabupaten Lombok Timur memiliki potensi pangan yang sangat besar sehingga harus dikelola secara optimal, khususnya pada tahap pasca-usaha tani agar mampu meningkatkan nilai ekonomi dan kesejahteraan petani.

“Pak Bupati dianugerahi potensi pangan yang luar biasa. Tugas kita sekarang adalah mengelolanya dengan baik, terutama pada proses pasca-usaha tani agar benar-benar mampu meningkatkan nilai ekonomi dan kesejahteraan petani kita,” ujarnya.

Ia juga berharap Indonesia ke depan dapat mencontoh Thailand sebagai salah satu pemimpin pasar pangan dunia yang mampu menyuplai kebutuhan pangan, termasuk bagi jamaah haji Indonesia.

Selain itu, Ketua Baznas menyebutkan terdapat tiga potensi besar yang harus dijaga agar tidak menjadi sumber persoalan di masa depan, yaitu pangan, air, dan energi. Baznas sendiri dinilai sebagai instrumen pendapatan negara yang besar namun belum dimanfaatkan secara maksimal.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin memaparkan sejumlah data strategis terkait kondisi geografis dan potensi ekonomi daerah.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Lombok Timur memiliki sekitar 45.000 hektar lahan sawah beririgasi. Namun tantangan utama terletak pada luasnya lahan kering yang mencapai 113.000 hektar dan tersebar dominan di lima kecamatan, yakni Pringgabaya, Sambalia, Sakra Timur, Keruak, dan Jerowaru.

Untuk mengatasi keterbatasan air di lahan kering, petani menerapkan dua strategi berbeda sesuai kondisi wilayah. Di wilayah selatan, petani melakukan inovasi mandiri dengan mengalokasikan sebagian lahan untuk pembuatan embung penampung air hujan. Dari total 1,5 hektar lahan yang dimiliki, sekitar 0,5 hektar disiapkan sebagai embung.

Sedangkan di wilayah utara, petani mengandalkan air hujan untuk penanaman pertama dan menggunakan sumur bor apabila ingin melakukan penanaman kedua.

Bupati optimistis bahwa dengan manajemen air yang tepat serta dukungan lembaga seperti Baznas RI, kesejahteraan masyarakat di wilayah lahan kering dapat terus meningkat. Ia menegaskan bahwa sektor pertanian hingga kini masih mendominasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lombok Timur.

Selain komoditas pangan, Lombok Timur juga memiliki komoditas unggulan tembakau yang memberikan kontribusi signifikan melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dengan nilai mencapai sekitar Rp50 miliar.

Bupati juga menyoroti ketangguhan petani lokal dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Berdasarkan analisa usaha tani, komoditas padi dinilai tetap menjadi barometer kesejahteraan petani di Lombok Timur.

Dengan luasan minimal satu hektar padi, petani dinilai mampu memperoleh hasil yang memadai, didukung kondisi iklim dan lingkungan dalam beberapa tahun terakhir yang relatif stabil sehingga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebagai bentuk dukungan pemerintah, para petani terus diberikan pendampingan dan pelatihan teknis, khususnya terkait perlindungan tanaman dari hama dan penyakit guna meminimalisir risiko gagal panen.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan Program Pemberdayaan secara simbolis oleh Ketua Baznas RI kepada perwakilan kelompok tani binaan Baznas di Lombok Timur.

© Copyright 2022 - NTB Zone