Breaking News

H. Najamuddin Ingatkan Wabup Lotim: "Jangan Bermanuver, Fokus pada Komitmen Awal"

 

H. Najamuddin Ingatkan Wabup Lotim: "Jangan Bermanuver, Fokus pada Komitmen Awal"
Foto : ( istimewa ) H.Najamuddin Tokoh Masyarakat Lombok Timur 


Lombok Timur, NTBZONE.COM – Tokoh masyarakat Lombok Timur, H. Najamuddin, memberikan catatan kritis sekaligus evaluasi terhadap dinamika kepemimpinan pasangan kepala daerah Lombok Timur yang telah berjalan selama satu tahun lebih.

Secara khusus, beliau menyoroti desas-desus keretakan hubungan antara Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) yang dipicu oleh isu manuver politik di luar jalur koordinasi pemerintahan.

H. Najamuddin menegaskan bahwa seorang Wakil Bupati harus memahami posisi dan fungsinya sesuai aturan perundang-undangan. Ia menyayangkan jika ada indikasi Wakil Bupati lebih banyak berdiskusi dengan pihak luar atau kelompok kepentingan daripada berkoordinasi langsung dengan Bupati.

"Diskusi sama Bupatilah! Kalau bupatinya lemah, ingatkan. Jangan sampai ketidakpuasan karena kepentingan pribadi atau golongan karena ingin menjadi 'sesuatu' nantinya lalu tidak sejalan dengan Bupatinya," tegas H. Najamuddin.

Lebih lanjut, beliau memperingatkan agar Wakil Bupati tidak terjebak oleh bisikan pihak-pihak yang mencoba memecah belah keharmonisan pimpinan daerah.

Menurutnya, sanjungan yang berlebihan dari pihak luar sering kali menjadi racun yang mendorong munculnya ego sektoral.

"Jangan mendengar pendapat orang-orang liar atau orang yang punya kepentingan. H.Edwin harus paham dia sebagai wakil. Jangan karena sanjungan orang lalu melakukan manuver , itu jahat," tambahnya dengan nada bicara yang dalam.


Dampak Egoisme dalam Pemerintahan

H. Najamuddin juga mengingatkan risiko jika harmonisasi ini pecah. 

Jika Wakil Bupati terus bermanuver di luar tupoksi, dikhawatirkan Bupati akan mengambil langkah untuk mengabaikan peran wakilnya, yang pada akhirnya akan merugikan jalannya roda pemerintahan dan pembangunan di Lombok Timur.

"Secara aturan, tidak ada itu Peraturan Wakil Bupati atau Wakil Gubernur. Yang ada itu kebijakan Bupati. Kalau Bupati egois karena wakilnya tidak sejalan, nanti wakil tidak difungsikan, lalu kita mau bilang apa? Akhirnya barang ini (pemerintahan) tidak sejalan," jelasnya.

Terakhir Ia berharap sebagai masyarakat Lombok Timur, pasangan Smart tetap solid menjaga komitmen moral dan etika hingga akhir masa jabatan demi kepentingan masyarakat Lombok Timur, bukan demi kepentingan politik pragmatis menuju kontestasi mendatang.

© Copyright 2022 - NTB Zone