![]() |
| Foto ( AI ) : Ilustrasi Dirut SF beserta beberapa Pejabat yang ikut menyumbangkan NPL di Selaparang Financial |
Lombok Timur, NTBZONE.COM– Persoalan tingginya rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) di PT Selaparang Finansial kembali menjadi sorotan. Sejumlah pihak menyebut bahwa kredit macet di perusahaan daerah tersebut tidak hanya berasal dari debitur usaha kecil, tetapi juga diduga melibatkan oknum Dewan, Kontraktor, Pejabat, hingga Ketua Tim Srikandi.
Informasi yang beredar di kalangan internal menyebutkan bahwa beberapa pinjaman yang kini masuk kategori bermasalah berasal dari kelompok debitur yang memiliki latar belakang cukup berpengaruh.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai proses verifikasi dan penyaluran kredit yang dilakukan oleh manajemen Selaparang Finansial.
Aktivis Lotim sering kali menyorotinya kinerja BUMD ini, Selaparang Finansial sebelumnya menghadapi persoalan serius terkait kualitas kredit.
Rasio NPL perusahaan tersebut bahkan pernah dilaporkan mencapai 16,34 persen, angka yang jauh melampaui batas sehat industri lembaga keuangan yang umumnya berada di bawah 5 persen.
Tingginya kredit macet ini dinilai menjadi indikator lemahnya manajemen risiko dan pengawasan internal dalam penyaluran pembiayaan.
Sejumlah kalangan menilai bahwa proses pemberian kredit seharusnya dilakukan secara ketat berdasarkan analisis kelayakan usaha, bukan karena faktor kedekatan atau pengaruh pihak tertentu.
Kondisi tersebut juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
Dalam evaluasi terhadap perusahaan daerah, Bupati Lombok Timur sebelumnya menyoroti kinerja Selaparang Finansial yang dinilai belum optimal dalam pengelolaan pembiayaan maupun penagihan kredit.
Ia bahkan menyinggung bahwa efektivitas penagihan lembaga tersebut kalah dibandingkan lembaga pembiayaan nonformal seperti bank rontok maupun layanan pinjaman online yang justru lebih mampu menjaga tingkat pengembalian pinjaman.
Situasi ini memunculkan desakan dari berbagai kalangan agar dilakukan audit menyeluruh terhadap portofolio kredit Selaparang Finansial, termasuk menelusuri siapa saja debitur yang berkontribusi terhadap tingginya angka NPL.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan akuntabilitas pengelolaan dana perusahaan daerah.
Saat di konfirmasi, Dirut Selaparang Financial Iva Nuril Solihani mengatakan sudah menyampaikan semua pada pemegang saham saat RUPS.
" Saya sudah sampaikan ke wartawan-wartawan lain, dan pemegang saham pada saat RUPS, selebihnya silahkan konfirmasi ke bupati dan Komisaris" singkat Dirut.

Social Header