Lombok Timur, NTBZONE.COM – Bupati H. Haerul Warisin menegaskan pentingnya rasa ikhlas dan amanah bagi para kepala sekolah dalam mengemban tugas sebagai manajer satuan pendidikan. Pesan tersebut disampaikan saat acara Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan ASN dalam Jabatan Kepala Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, Senin (2/3), yang berlangsung di Pendopo Bupati.
Dalam arahannya, Bupati mengingatkan para kepala sekolah agar berhati-hati dalam mengelola anggaran serta tidak tergiur melakukan penyalahgunaan keuangan sekolah.
“Pesan saya hati-hati jika belum mampu mengelola dan me-manage keuangan dengan baik. Kalau perlu, bertanyalah kepada orang yang sudah berpengalaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, istilah “clear” atau bersih bukan sekadar bebas dari masalah hukum, tetapi mampu mengelola seluruh aspek sekolah dengan baik dan profesional. Menurutnya, menjadi pemimpin dan manajer pendidikan bukanlah hal yang mudah.
“Pemimpin itu tidak gampang, menjadi manajer itu tidak gampang. Tetapi kalau ada rasa keikhlasan, amanah, kita bekerja untuk pendidikan dan mengayomi teman-teman guru, insyaallah kita akan menjadi kepala sekolah yang baik,” tambahnya.
Bupati juga memotivasi para kepala sekolah agar terus meningkatkan kompetensi. Ia menilai jabatan yang lebih tinggi, termasuk menjadi Kepala Dinas, bukanlah hal yang mustahil jika mampu menunjukkan kepiawaian dalam mengelola manajemen sekolah, membina guru, serta mencetak murid-murid berprestasi.
Selain fokus pada kurikulum, Bupati mendorong inovasi dalam memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam (SDA). Ia mencontohkan gerakan pertanian mandiri seperti menanam cabai di polybag. Menurutnya, jika dilakukan secara kolektif oleh ribuan guru di Lombok Timur, hasilnya dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah.
Tak hanya itu, ia juga mengajak seluruh elemen pendidikan mendukung program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diyakini berdampak positif terhadap tumbuh kembang dan prestasi peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menekankan pentingnya menjaga aset daerah. Kepala sekolah diminta melaporkan kondisi rumah dinas dan aset sekolah karena selalu menjadi objek pemeriksaan BPK RI. Ia juga meminta pendataan ulang tanah-tanah tidak terpakai agar tetap terjaga sebagai aset Pemerintah Kabupaten.
Selain itu, para guru diimbau untuk taat membayar zakat. Ia memperingatkan pihak-pihak tertentu, termasuk UPTD, agar tidak menyalahgunakan dana zakat.
“Jika ada yang menyalahgunakan zakat, tidak perlu pakai hati, langsung gunakan hukum,” tegasnya.
Sebanyak 143 kepala sekolah resmi dilantik dalam kesempatan tersebut. Bupati berharap kualitas pendidikan di Lombok Timur terus meningkat sehingga sekolah-sekolah di daerah itu menjadi pilihan utama masyarakat karena mutu dan tata kelolanya yang terjamin.

Social Header