Lombok Timur, NTBZONE.COM – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, memberikan catatan serius terhadap kinerja PT Selaparang Finansial (SF) dalam acara rapat koordinasi baru-baru ini. Sabtu,(07/03)
Dalam penyampaiannya, beliau secara terbuka membandingkan tingkat keberhasilan penagihan piutang antara lembaga keuangan daerah dengan fenomena "Bank Rontok" dan Pinjaman Online (Pinjol).
Beliau mengakui bahwa entitas non-formal seperti Bank Rontok dan Pinjol justru menunjukkan angka kesuksesan yang tinggi dalam mengembalikan modal, meski dengan cara yang agresif.
"Bank Rontok saja dia sukses. Pinjaman online itu, Pinjol-pinjol juga sukses. Memang mereka dengan segala cara menagihnya," ujar H. Haerul Warisin dalam pidato RUPS Di Kantor SF
Menekankan Integritas dan Selektivitas
Meski mengakui efektivitas sistem penagihan pihak luar, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Daerah tidak akan mengadopsi cara-cara keras atau intimidatif dalam melakukan penagihan kepada masyarakat.
Sebagai solusi atas kendala keuangan yang dihadapi PT Selaparang Finansial, Bupati menekankan pentingnya aspek selektivitas sejak tahap awal penyaluran kredit. Beliau meminta jajaran manajemen untuk lebih jeli dalam memilah calon debitur agar modal yang disalurkan tepat sasaran dan minim risiko macet.
Kriteria Debitur Berkualitas
Lebih lanjut, Bupati menjabarkan tiga kriteria utama yang harus dipenuhi sebelum bantuan modal diberikan:
- Status UMKM Nyata: Memastikan penerima adalah pelaku usaha mikro yang aktif.
- Kebutuhan Modal Riil: Dana diberikan untuk pengembangan usaha, bukan konsumtif.
- Rekam Jejak Kejujuran: Melakukan verifikasi sosial kepada lingkungan sekitar untuk memastikan debitur adalah sosok yang jujur.
"Kita harus memilah-milih orang yang harus kita layani. Betul-betul dia UMKM, betul-betul dia butuh modal, dan orangnya jujur setelah ditanyakan di kiri-kanan," tutupnya.

Social Header