Breaking News

Bupati Lombok Timur Ingatkan BGN Selektif Beri Izin Dapur MBG, Hindari Overkapasitas

 

Bupati Lombok Timur Ingatkan BGN Selektif Beri Izin Dapur MBG, Hindari Overkapasitas
Foto ( Rony ) : Bupati Lombok Timur, H.Hairul Warisin Menyampaikan BGN Harus Perhatikan Terkait Pemberian izin dapur MBG, Supaya Tidak Over kapasitas 


Lombok Timur, NTBZONE.COM – Bupati Lombok Timur menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap operasional dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta. 

Pengawasan ini dinilai penting untuk memastikan keberlangsungan ekonomi para pengelola dapur sekaligus menjamin kenyamanan para penerima manfaat program. Jum'at 13/03/2026

Bupati mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi overkapasitas dapur akibat menjamurnya unit dapur MBG di tingkat desa tanpa perencanaan yang matang. Ia menegaskan bahwa rasio antara jumlah dapur dan jumlah penerima manfaat harus diperhitungkan secara cermat agar para pengelola tidak mengalami kerugian.

“Jangan sampai dapurnya lebih banyak daripada yang dilayani. Kalau begitu, para pengelola bisa bangkrut. Kasihan mereka yang sudah berinvestasi,” ujarnya.

Untuk itu, Bupati meminta BGN Jakarta lebih selektif dalam menerbitkan izin operasional dapur MBG dengan mempertimbangkan beberapa faktor penting, di antaranya lokasi dan jarak dapur agar persebarannya merata dan tidak saling tumpang tindih, jumlah unit dapur sehingga tidak terjadi penumpukan dua hingga tiga unit MBG dalam satu desa tanpa perhitungan kebutuhan, serta keamanan modal pengelola guna melindungi pihak yang telah mengeluarkan investasi besar dalam operasional dapur.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa program MBG memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

 Program ini tidak hanya memberikan manfaat gizi bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha bagi pelaku lokal.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Lombok Timur saat ini mencapai 6 persen. Angka tersebut dinilai sangat baik karena berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jika pertumbuhan ekonomi Lombok Timur 6 persen, itu artinya kita berada di atas rata-rata nasional,” pungkasnya.

© Copyright 2022 - NTB Zone