Lombok Timur, NTBZONE.COM – Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur terus mengupayakan pembayaran gaji guru paruh waktu maupun non paruh waktu.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, Lalu Bayan Purwadi, mengatakan jumlah guru paruh waktu di Lombok Timur saat ini mencapai 4.897 orang, sementara guru non paruh waktu sebanyak 917 orang.
“Pada prinsipnya, kesejahteraan guru paruh waktu di setiap daerah tidak sama, karena disesuaikan dengan kemampuan APBD masing-masing daerah,” ujarnya, Kamis (05/02).
Ia menjelaskan, Pemerintah Daerah Lombok Timur telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk pembayaran gaji guru. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp9 miliar diperuntukkan bagi guru paruh waktu, sedangkan Rp1 miliar dialokasikan untuk guru non-database atau yang belum berstatus paruh waktu.
“Untuk sementara anggarannya sudah masuk dalam DPA kami sekitar Rp10 miliar. Rp9 miliar untuk guru paruh waktu dan Rp1 miliar untuk guru yang belum PW,” tegasnya.
Namun demikian, terkait mekanisme pembayarannya, pihaknya masih menunggu regulasi dan petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat.
“Apakah nanti pembayarannya melalui dana BOS atau mekanisme lainnya, kami masih menunggu juknis agar tidak terjadi kesalahan,” paparnya.
Sementara itu, terkait guru yang hingga kini masih berstatus non paruh waktu, Lalu Bayan menyebutkan bahwa pemerintah daerah terus mengupayakan agar seluruh guru dapat diakomodasi menjadi guru paruh waktu. Namun, hal tersebut masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat.
Ia pun mengimbau para guru non paruh waktu agar tetap bekerja secara maksimal dan tidak berkecil hati.
“Saya berharap teman-teman tetap bekerja sesuai tupoksinya. Jangan sampai ada yang tidak bekerja, karena sesungguhnya pemerintah daerah sudah berupaya maksimal terkait peningkatan kesejahteraan guru,” pungkasnya.

Social Header