Breaking News

Perempuan Menggerakkan Pendidikan: Kisah Berani Cahaya di Terara

 

Perempuan Menggerakkan Pendidikan: Kisah Berani Cahaya di Terara



Lombok Timur, NTBZONE.COM - Untuk pertama kalinya, anak-anak tingkat TK hingga SMP di Dusun Kebon Daya kini memiliki ruang belajar sore yang digagas secara mandiri melalui program Berani Cahaya. Inisiatif ini lahir dari kegelisahan melihat banyak anak menghabiskan waktu sore tanpa arahan yang jelas, lebih sering bermain tanpa pendampingan atau menggunakan gawai secara berlebihan.

Dengan modal sederhana berupa satu papan tulis dan satu spidol, program ini telah mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus produktif. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi belajar membaca, mengaji, mengerjakan tugas sekolah, pembiasaan etika dan disiplin, hingga pengenalan bahasa Inggris sejak dini.

Pembelajaran bahasa Inggris secara langsung dibimbing oleh salah satu inisiator, Nuri Zaerani, yang merupakan lulusan sarjana Pariwisata. Ia berharap anak-anak di dusun memiliki wawasan global dan rasa percaya diri sejak usia dini.

Salah satu penggagas program, Linda Wahyuni, menjelaskan motivasi di balik lahirnya Berani Cahaya.

“Kami ingin membangun ruang belajar yang bisa berlangsung jangka panjang, meski dengan fasilitas minimal. Tujuannya agar anak-anak terbiasa belajar rutin, disiplin, dan memiliki rasa ingin tahu. Kehadiran siswi SMA sebagai pendamping juga penting, agar adik-adik melihat perempuan bisa menjadi contoh dan pemimpin. Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi?” ujarnya.

Antusiasme anak-anak terlihat sejak hari pertama pelaksanaan, dengan 36 peserta hadir. Pada hari kedua, jumlah tersebut bahkan meningkat. Hal ini menunjukkan kebutuhan akan ruang belajar tambahan di dusun memang nyata, meskipun dengan fasilitas terbatas.

Dukungan juga datang dari Ketua RT Dusun Kebon Daya, Pak Endi, yang menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif tersebut.

“Kami sangat mendukung inisiatif ini. Semoga kegiatan ini bisa berkelanjutan dan menjadi budaya baru di dusun. Pendidikan harus bisa diakses semua anak, dan keberlanjutan lebih penting daripada fasilitas mewah,” ungkapnya.

Para penggagas berharap perhatian dan dukungan dari pemerintah desa dapat membantu memastikan program ini berjalan dalam jangka panjang. Berani Cahaya membuktikan bahwa dengan niat, komitmen, dan kreativitas, gerakan kecil mampu menyalakan semangat belajar anak-anak di dusun serta membangun budaya belajar yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

© Copyright 2022 - NTB Zone