Breaking News

Peletakan Batu Pertama ITSRC, Awal Transformasi Ekonomi Lombok Timur

 

Peletakan Batu Pertama ITSRC, Awal Transformasi Ekonomi Lombok Timur


Lombok Timur, NTBZONE.COM - Rumput laut merupakan salah satu komoditas strategis masa depan karena pemanfaatannya yang semakin luas di berbagai bidang. Jum'at.,13/02/2026

 Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi pusat rumput laut dunia guna mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi masyarakat pesisir. Langkah tersebut dimulai dari Lombok Timur.

Sejak Mei 2025, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bekerja sama dengan Universitas Mataram (Unram) serta mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) membangun International Tropical Seaweed Research Center (ITSRC) dan Laboratorium Spesialis Kedokteran Kepulauan. Desa Ekas dipilih sebagai lokasi pembangunan.

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Wakil Menteri Diktisaintek, Stella Christie, pada Kamis (12/2). Meski malam hari disertai gerimis, semangat seluruh pihak yang terlibat tetap tinggi.

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, berharap keberadaan ITSRC dan para peneliti dapat menghasilkan bibit rumput laut unggul yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya di Lombok Timur yang memiliki potensi besar namun belum dikembangkan secara optimal.

Rektor Unram, Bambang Hari Kusumo, meyakini dukungan Pemerintah Daerah akan mempercepat pembangunan ekonomi masyarakat. ITSRC diharapkan menjadi pusat penelitian rumput laut tropis bertaraf internasional yang berkolaborasi dengan peneliti dunia guna meningkatkan kualitas dan produktivitas.

Selain pusat riset, Unram juga membangun klinik kedokteran spesialis kepulauan yang disebut sebagai satu-satunya di Indonesia dan menjadi satu dari tujuh program pendidikan dokter spesialis di Unram. Pembangunan ini tidak hanya menghadirkan fasilitas layanan kesehatan, tetapi juga menyiapkan tenaga dokter spesialis untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

“Enam bulan ke depan pembangunan sudah dimulai. Lahan ini merupakan hibah dari Pemda Lombok Timur. Harapannya, masyarakat terlayani kesehatannya dan kawasan ini berkembang menjadi sentra produksi rumput laut,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Stella Christie menegaskan bahwa peletakan batu pertama ini bukan sekadar seremonial. Pemerintah telah menggandeng dua institusi riset terkemuka dunia, yakni University of California, Berkeley dan Beijing Genomics Institute, yang dikenal unggul dalam riset dan pengembangan, termasuk bidang rumput laut.

Menurutnya, setiap inovasi harus berbasis riset. Negara dengan ekonomi kuat selalu menjadikan sains dan teknologi sebagai fondasi pembangunan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan melalui inovasi.

Saat ini Indonesia merupakan produsen rumput laut tropis terbesar di dunia dengan penguasaan sekitar 75 persen pangsa pasar global. Nilai pasar rumput laut tropis mencapai USD 12 miliar atau sekitar Rp198 triliun dan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi hilirisasi, mulai dari pupuk, plastik ramah lingkungan, hingga bahan bakar seperti bioavtur.

Selain menggandeng institusi riset internasional, pemerintah juga melibatkan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk memperkuat aspek ekonomi dan ketenagakerjaan. Diharapkan masyarakat sekitar tidak hanya mendukung kegiatan riset, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam membangun industri rumput laut di daerah tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Lombok Timur juga menandatangani kerja sama dengan enam perguruan tinggi di wilayah tersebut guna memperkuat kolaborasi pendidikan dan riset dalam mendukung pengembangan kawasan berbasis rumput laut.

© Copyright 2022 - NTB Zone