Breaking News

Masyarakat Kecam Cara Penagihan Dana UMKM oleh Bank BRI Cabang Selong

 

Foto : Ilustrasi seorang nasabah yang terpotong saldonya oleh Bank BRI Cabang Selong


Lombok Timur, NTBZONE.COM – Proses penarikan kembali dana bantuan Modal Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akibat dugaan transfer ganda oleh Bank BRI Cabang Selong menuai sorotan tajam dari warga Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur.

Sejumlah warga mengaku didatangi petugas bank yang mengetuk pintu rumah mereka satu per satu untuk menagih pengembalian dana. Metode tersebut dinilai tidak etis dan terkesan intimidatif, terlebih sebagian warga mengaku dipaksa mengembalikan dana secara tunai.

Salah seorang warga Pringgasela, Andi Budiman, mengecam keras cara penagihan tersebut. Ia menilai pendekatan yang dilakukan tidak mencerminkan prinsip pelayanan perbankan yang profesional dan beretika.

“Cara seperti ini tidak pantas. Datang mengetuk pintu rumah warga satu per satu. Bahkan ada oknum penagih yang tidak mau menerima pengembalian lewat transfer, tapi memaksa warga mengembalikan secara tunai,” ujarnya, Jumat (13/2).

Menurut Andi, kesalahan transfer ganda merupakan kelalaian pihak bank sehingga tidak adil jika beban sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat penerima bantuan. Ia menilai penarikan seharusnya dilakukan segera setelah dana masuk ke rekening warga.

“Kalau dari awal cepat ditarik, mungkin masih ada. Sekarang uangnya sudah terpakai untuk kebutuhan usaha dan rumah tangga. Dipaksa mengganti tunai jelas memberatkan,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan warga Pringgasela Selatan yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku menerima transfer ganda dengan total dana bantuan Rp2 juta. Namun, tanpa pemberitahuan sebelumnya, saldo rekeningnya justru berkurang hingga Rp4 juta.

“Harusnya ditarik satu juta. Tapi saya cek, saldo saya hilang empat juta. Saya sempat mau protes ke bank, tapi antreannya panjang, jadi tidak jadi,” tuturnya.

Menurut informasi yang dihimpun, kasus serupa dialami sejumlah penerima bantuan lainnya. Beberapa warga menyebut saldo rekening mereka ditarik secara sepihak hingga tersisa sekitar Rp100 ribu. 

Mereka menilai tindakan tersebut tidak patut dilakukan tanpa penjelasan resmi maupun persetujuan dari pemilik rekening.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank BRI Cabang Selong belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan penagihan dengan cara mendatangi rumah warga maupun dugaan penarikan saldo secara sepihak melebihi nominal dana bantuan.


© Copyright 2022 - NTB Zone