Kotaraja, NTBZONE.COM – Puskesmas Kotaraja terus memperkuat upaya kewaspadaan terhadap berbagai potensi penyakit menular, khususnya di tengah musim penghujan yang saat ini melanda wilayah kerja Puskesmas Kotaraja. Jum'at,06/02/2026
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap meningkatnya risiko penyakit berbasis lingkungan maupun penyakit menular lainnya.
Kepala Puskesmas Kotaraja, Lalu M. Ilmi, menyampaikan bahwa pihaknya akan melibatkan berbagai lintas program dan lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit.
“Insyaallah kami akan berkoordinasi dengan teman-teman sanitarian, tenaga gizi, serta tim surveilans untuk bersama-sama berkoordinasi dengan SPPG yang ada di wilayah kerja Puskesmas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Lalu M. Ilmi menjelaskan bahwa mulai minggu depan pihak Puskesmas Kotaraja juga akan turun langsung ke lapangan untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa.
Koordinasi ini tidak hanya difokuskan pada kewaspadaan terhadap potensi penularan virus Nipah, tetapi juga terhadap berbagai penyakit berbasis lingkungan yang berpotensi meningkat selama musim penghujan.
“Kewaspadaan ini penting karena pada musim hujan seperti sekarang, risiko munculnya penyakit yang ditularkan melalui lingkungan, seperti diare, leptospirosis, dan penyakit berbasis sanitasi lainnya, cenderung meningkat. Oleh karena itu, peran aktif semua pihak sangat dibutuhkan,” tambahnya.
Sebagai informasi, virus Nipah merupakan virus zoonotik yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi seperti kelelawar buah, atau melalui konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi. Virus ini juga dapat menular antar manusia melalui kontak erat dengan penderita.
Infeksi virus Nipah dapat menyebabkan gejala mulai dari ringan seperti demam dan sakit kepala hingga gangguan pernapasan akut dan radang otak (ensefalitis) yang berpotensi berakibat fatal, sehingga kewaspadaan dan pencegahan dini sangat penting untuk dilakukan.

Social Header