Lombok Timur, NTBZONE.COM — Aktivitas kegempaan di wilayah Selat Lombok kembali menjadi perhatian. Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Nasional 2017, kawasan ini memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimal hingga 7,6, meskipun waktu terjadinya tidak dapat dipastikan.
Pakar kegempaan, Didik Widjaya, menjelaskan bahwa potensi tersebut merupakan hasil kajian ilmiah jangka panjang terhadap sumber gempa aktif di wilayah Selat Lombok.
“Peta Gempa Nasional 2017 menunjukkan bahwa Selat Lombok memiliki potensi gempa maksimal hingga magnitudo 7,6. Namun perlu dipahami, peta ini tidak memprediksi kapan gempa besar akan terjadi, melainkan menggambarkan potensi maksimum berdasarkan struktur geologi,” ujar Didik, Jumat (9/1/2026).
Menurutnya, hingga saat ini masih terpantau aktivitas gempa dangkal di Selat Lombok. Meskipun belum terklarifikasi sebagai gempa **sangat dangkal**, kondisi ini tetap perlu dicermati secara serius.
“Gempa-gempa kecil yang masih muncul di Selat Lombok menunjukkan bahwa wilayah ini masih aktif secara tektonik. Selama gempa-gempa kecil tersebut masih terjadi, kewaspadaan tetap perlu dijaga,” jelasnya.
Didik menegaskan bahwa aktivitas gempa kecil tidak selalu berarti akan terjadi gempa besar. Namun, rangkaian gempa dangkal dapat menjadi indikator bahwa energi tektonik di wilayah tersebut masih bekerja.
“Tidak semua gempa kecil akan berujung pada gempa besar, tetapi kewaspadaan minimal tetap diperlukan hingga aktivitas gempa kecil di Selat Lombok mereda atau menghilang,” tambahnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta selalu mengacu pada rilis resmi lembaga kebencanaan.
“Yang terpenting adalah kesiapsiagaan. Edukasi mitigasi, penguatan bangunan, dan pemahaman jalur evakuasi jauh lebih penting daripada berspekulasi soal waktu kejadian gempa,” pungkas Didik.
Catatan kewaspadaan ini dicatat per 9 Januari 2026, seiring masih terpantau aktivitas gempa dangkal di wilayah Selat Lombok.

Social Header