Lombok Timur, NTBZONE.COM - Aktivis Lombok Timur Menyoroti banyaknya temuan Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) di salah satu Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD ) Selaparang Finansial. Temuan tersebut mencakup berbagai aspek mulai dari sistem pemberian kredit yang dinilai tidak sesuai prosedur, hingga dugaan adanya praktik pinjaman fiktif yang berpotensi merugikan lembaga.
Menindaklanjuti sejumlah temuan tersebut, Yuza Salah Satu Aktivis Lotim menegaskan bahwa pihaknya telah mengumpulkan berbagai dokumen dan kesaksian yang dianggap relevan. Ia berencana menyerahkan seluruh data itu kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar dilakukan audit investigatif secara menyeluruh.
“Ini bukan persoalan kecil, karena menyangkut tata kelola keuangan daerah. Jika benar terjadi penyimpangan, maka harus ada penindakan tegas,” ujar Yuza.
Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan BUMD wajib dijaga untuk memastikan lembaga tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Lombok Timur. Ia juga meminta pemerintah daerah tidak tinggal diam dan segera melakukan evaluasi internal terhadap manajemen Selaparang Finansial.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen BUMD Selaparang Finansial belum memberikan keterangan resmi terkait temuan OJK maupun kritik yang disampaikan para aktivis. Masyarakat kini menunggu langkah konkret APH dan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran tersebut.

Social Header