Lombok Timur, NTBZONE.COM – Event Ekas Trail Run Sunset yang digelar di kawasan wisata Ekas, Lombok Timur, menuai beragam tanggapan dari peserta. Beberapa pelari menyebut pelaksanaan acara kurang terkoordinasi dan tidak berjalan sesuai jadwal. Namun pihak panitia menegaskan bahwa perubahan jadwal dilakukan demi keselamatan peserta akibat cuaca yang tidak bersahabat.
Salah satu peserta, narasumber berinisial I, mengaku kecewa dengan manajemen pelaksanaan.
“Kacau miq asli. Saya kan teman sama sebagian besar pelari kemarin, dan semuanya ngeluh. Panitia amburadul, jadwal start tidak sesuai, bahkan orang yang nggak ikut lari malah dikasih medali,” ungkap I saat diwawancarai, Minggu (10/11).
Namun, perwakilan panitia, Oji, memberikan penjelasan berbeda. Ia menyebut bahwa perubahan jadwal merupakan langkah darurat karena kondisi cuaca sempat memburuk sebelum acara dimulai.
“Plan B muncul karena cuaca ada potensi tidak bersahabat. Angin sempat merobohkan sejumlah properti, lalu disusul hujan. Kadispora kemudian mengambil inisiatif melalui rapat terbatas untuk mempercepat sedikit dari jadwal yang sebelumnya tercantum. Ini murni langkah pencegahan dini — kalau misalnya air laut naik atau karang menjadi licin,” jelas Oji.
Ia menambahkan bahwa Ekas Trail Run Sunset merupakan event perdana di kawasan tersebut dan sepenuhnya digagas oleh panitia lokal.
“Kita ini baru event pertama di Ekas, dan semuanya dikerjakan teman-teman lokal sebagai EO. Tentu kritik, saran, dan masukan dari peserta menjadi catatan penting untuk perbaikan ke depan,” tambahnya.
Oji juga menegaskan bahwa kegiatan ini tidak menggunakan dana dari APBD.
“Semua murni dari sponsor dan partisipasi masyarakat. Sponsor bayar Rp150 ribu untuk pasang iklan. Ini murni spekulasi tingkat tinggi semata-mata untuk memajukan wisata Ekas, dengan kontribusi dari pemilik hotel dan homestay di sekitar lokasi,” tuturnya.
Pihak panitia berharap event ini tetap mendapat dukungan dan menjadi awal dari geliat pariwisata olahraga (sport tourism) di kawasan Ekas.

Social Header