Mataram, NTBZONE.COM - Fenomena perilaku sosial perempuan di era modern menjadi perhatian serius para ulama dan pemerhati agama. Dalam berbagai kesempatan, ajaran Islam telah memberikan peringatan agar kaum wanita menjaga akhlak dan ketakwaan, sebagaimana disampaikan dalam Al-Qur’an dan hadist Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa penghuni neraka didominasi oleh kaum wanita.
Dalam sebuah hadist shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Aku diperlihatkan neraka, maka aku tidak pernah melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah wanita.” (HR. Bukhari no. 1052 dan Muslim no. 907)
Ketika para sahabat bertanya, Rasulullah menjelaskan bahwa sebab utama banyaknya wanita masuk neraka adalah karena sering mengingkari kebaikan suami dan banyak mengeluh, sebagaimana dalam hadist lain:
“Wahai para wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar, karena aku melihat kebanyakan penghuni neraka adalah kalian.” Seorang wanita bertanya, ‘Mengapa wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Karena kalian banyak mengeluh dan mengingkari kebaikan suami.’” (HR. Bukhari no. 298 dan Muslim no. 79)
Selain hadist, Al-Qur’an juga memberikan peringatan kepada seluruh manusia, laki-laki dan perempuan, agar menjauhi sifat sombong, kufur nikmat, dan tidak taat pada perintah Allah. Dalam surah At-Tahrim ayat 6, Allah SWT berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu...” (QS. At-Tahrim: 6)
Ustaz H. Abdul Karim, salah satu tokoh agama di Lombok Timur, menjelaskan bahwa maksud dari hadist tersebut bukan untuk merendahkan kaum wanita, namun sebagai bentuk peringatan moral dan nasihat keagamaan agar perempuan lebih berhati-hati dalam menjaga akhlak, tutur kata, dan hubungan sosialnya.
“Hadist ini bukan berarti semua wanita akan masuk neraka. Tapi ini adalah peringatan agar kaum perempuan lebih memperkuat keimanan, menjaga lisan, dan menghormati suami. Sebaliknya, jika mereka taat dan berbuat baik, justru Allah menjanjikan surga bagi mereka,” tegas Ustaz Abdul Karim.
Ia menambahkan, dalam Islam, posisi wanita sangat dimuliakan, bahkan surga disebut berada “di bawah telapak kaki ibu”. Karena itu, keseimbangan antara hak dan kewajiban menjadi kunci utama keselamatan dunia dan akhirat bagi kaum wanita.
Artikel ini diharapkan menjadi refleksi bagi umat Islam, khususnya kaum perempuan, untuk selalu memperbaiki diri dan meningkatkan amal shalih, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Sesungguhnya dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)

Social Header