Lombok Timur, NTBZONE.COM – Burger, sosis goreng, hingga spaghetti instan kini menjadi makanan favorit banyak anak Sekolah Dasar (SD). Rasanya yang gurih, bentuknya menarik, dan harganya terjangkau membuat jajanan ini mudah ditemui di sekitar sekolah.
Namun, di balik kelezatan itu, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa makanan tersebut bukan termasuk makanan yang bergizi. Kandungan kalori, garam, minyak, serta bahan pengawetnya jauh lebih tinggi dibandingkan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh anak-anak dalam masa pertumbuhan.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh sejumlah dokter gizi anak, konsumsi berlebihan makanan cepat saji dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang. Dr. Nur Aini, Sp.A, seorang dokter spesialis anak, menjelaskan bahwa terlalu sering makan burger, sosis, atau spaghetti instan bisa meningkatkan risiko obesitas, gigi berlubang, bahkan menurunkan konsentrasi belajar.
“Anak-anak SD memang senang dengan makanan instan karena rasanya enak dan mudah didapat. Tapi jika tidak dibatasi, dampaknya bisa membuat mereka cepat lelah, sulit fokus, dan berisiko mengalami masalah kesehatan di kemudian hari,” jelasnya.
Meski begitu, dokter tidak melarang anak-anak sesekali menikmati makanan cepat saji. Hanya saja, porsinya harus dibatasi dan tetap diimbangi dengan makanan bergizi seperti sayur, buah, ikan, dan susu agar tumbuh kembang anak tetap optimal.

Social Header