Breaking News

Aktivis PMII Bali Nusra Soroti Dugaan Keracunan Puluhan Siswa di Pringgabaya, Desak Pemerintah dan Aparat Tegakkan Perlindungan Konsumen

 

Aktivis PMII Bali Nusra Soroti Dugaan Keracunan Puluhan Siswa di Pringgabaya, Desak Pemerintah dan Aparat Tegakkan Perlindungan Konsumen


Lombok Timur, NTBZONE.COM – Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bali Nusra, Herwadi, menyoroti kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa-siswi di Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, usai mengonsumsi menu nasi goreng dari salah satu penyedia makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Herwadi, kejadian tersebut merupakan bentuk kelalaian serius yang tidak boleh dianggap sepele, karena menyangkut hak dasar masyarakat sebagai konsumen untuk mendapatkan makanan yang aman dan layak konsumsi.

“Kami sangat prihatin atas peristiwa ini. Negara melalui pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk memastikan setiap penyedia makanan dalam program MBG benar-benar memenuhi standar keamanan pangan. Jangan sampai anak-anak jadi korban akibat lemahnya pengawasan,” tegas Herwadi, Jumat (18/10/2025).

Ia mengingatkan, kasus seperti ini bisa masuk dalam ranah hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, khususnya Pasal 4 huruf a dan c, yang menjamin hak konsumen atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan/atau jasa.

“Penyedia makanan dan pihak terkait bisa dimintai pertanggungjawaban sesuai Pasal 19 UU Perlindungan Konsumen, yang mewajibkan pelaku usaha mengganti kerugian apabila barang atau jasa yang diberikan tidak sesuai standar dan menimbulkan dampak kesehatan,” tambahnya.

Herwadi mendesak Dinas Kesehatan dan pihak sekolah segera melakukan investigasi mendalam terhadap penyebab keracunan tersebut, serta memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan maksimal.

Selain itu, ia juga meminta Pemkab Lombok Timur untuk memperketat proses verifikasi dan pengawasan terhadap penyedia makanan dalam program MBG agar kejadian serupa tidak terulang.

“Program makan bergizi ini niatnya sangat baik, tapi kalau pelaksanaannya lalai, justru berbalik menjadi ancaman bagi kesehatan anak-anak kita,” pungkasnya.

Sebelumnya, puluhan siswa di Kecamatan Pringgabaya dilaporkan mengalami mual, muntah, dan pusing setelah memakan nasi goreng dari program MBG. Para korban kini tengah mendapatkan perawatan di Puskesmas Batuyang dan sejumlah fasilitas kesehatan terdekat.

© Copyright 2022 - NTB Zone