Lombok Timur, NTBZONE.COM - Dinas Perdagangan Lombok Timur (Lotim) bikin manuver mengejutkan! Anggaran Rp40 miliar untuk bantuan sembako bukan cuma soal membantu masyarakat, tapi juga diduga jadi strategi membungkam para pengkritik.
Ketua Forum Rakyat Bersatu (FRB), Eko Rohadi, curiga ada skenario balas jasa sekaligus pembungkaman di baliknya.
“Banyak wartawan dan aktivis tiba-tiba dijadikan koordinator. Ini cara halus supaya mereka nggak lagi vokal mengkritik pemerintah,” tegas Eko, Selasa (25/2).
Menurutnya, di seluruh NTB, hanya Lotim yang berani menggelontorkan anggaran sebesar itu untuk sembako. Daerah lain tak ada yang seberani ini. "Kalau di tempat lain nggak ada, berarti ini bukan murni bantuan, tapi lebih ke kepentingan politik," sentilnya.
Eko menyoroti bahwa koordinator yang ditunjuk kebanyakan bukan dari unsur perangkat desa, melainkan para aktivis dan jurnalis yang selama ini sering bersuara keras terhadap kebijakan pemerintah. “Orang-orang yang dulunya getol kritik, sekarang malah dikasih posisi biar nggak bisa ngomong lagi,” kata dia.
Ia juga mempertanyakan efisiensi anggaran. Gaji koordinator kecamatan disebut mencapai Rp500 ribu per orang. Jika ini masuk dalam anggaran Rp40 miliar, maka ada potensi pengurangan jatah bantuan untuk masyarakat.
“Kalau duit segede ini buat bangun jalan atau sekolah yang rusak, jelas lebih bermanfaat. Tapi yang ada malah buat honor tim yang belum tentu kerja optimal,” cetusnya.
Tak hanya itu, Eko mengingatkan agar program ini tidak bernasib sama seperti kasus pengadaan kain di Dinas Sosial tahun lalu yang bermasalah.
“Dulu pengadaan kain di Dinas Sosial bermasalah, sekarang malah diambil alih Dinas Perdagangan. Jangan sampai ada permainan lagi. Kalau ini ramai, bisa jadi perhatian Aparat Penegak Hukum (APH), terutama Kejaksaan,” tegasnya.
Ia berharap bantuan ini benar-benar disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, bukan sekadar alat politik.
"Menyambut Ramadan, kita tentu bersyukur ada bantuan. Tapi kalau sampai jadi bancakan, ini yang kita lawan!" pungkasnya.

Social Header