Breaking News

Pimpin Upacara HUT ke-79 RI di Desa Loyok, Menteri PPPA Apresiasi Program Ramah Perempuan dan Peduli Anak

 

Pimpin Upacara HUT ke-79 RI di Desa Loyok, Menteri PPPA Apresiasi Program Ramah Perempuan dan Peduli Anak


Lombok Timur, NTBZONE.COM - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia di Desa Loyok kecamatan Sikur  terasa lebih istimewa dengan kehadiran Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA),  ibu Bintang  Puspayoga. Upacara yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum penting untuk menguatkan komitmen bersama dalam mewujudkan kesetaraan gender dan perlindungan anak.


Dalam sambutannya, Menteri PPPA memberikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat Desa Loyok yang telah berkontribusi dalam membangun desa yang maju dan bermartabat.


Ia menyampaikan, kali ini peringatan HUT ke -79 RI mengusung tema Nusantara Baru Indonesia Maju ,yang mencerminkan semangat dan tekad  bersama dalam menyongsong masa depan yang lebih baik bangsa dan negara.


Tema ini juga sangat relevan karena bertepatan dengan 3 peristiwa penting yaitu penyambutan ibukota Nusantara yang diharapkan dapat menjadi katalisator dalam  pemerataan pembangunan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat indonesia, kemudian pergantian kepemimpinan Presiden dan persiapan menuju Indonesia Emas tahun 2045.


Dijelaskannya, pada peringatan HUT ke-79 RI, Presiden memberikan amanat agar semangat kemerdekaan tahun ini dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat di seluruh penjuru negeri. Oleh sebab itu, Presiden mengutus 9 Menteri untuk dapat mengikuti upacara di berbagai daerah di Indonesia.


Selaku inspektur Upacara, Bintang Puspayoga merasa sangat bangga dan berbahagia dapat memilih desa Loyok sebagai Lokasi Upacara hari ini, karena desa Loyok merupakan representasi dari desa yang terus berupaya mendorong kemajuan memerdekakan perempuan dan anak, namun sayangnya masih terjerat dalam belenggu ketimpangan struktural.


"Saya juga berbangga bahwa upacara pada hari ini melibatkan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga  berbagai organisasi perempuan dan tentunya masyarakat di desa Loyok, sehingga merupakan representasi dari semangat gotong royong sebuah nilai luhur yang membawa kita kepada kemerdekaan 79 tahun yang lalu" ucapnya.


Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari perjuangan panjang yang penuh pengorbanan para pahlawan baik laki - laki maupun perempuan telah berjuang tanpa pamrih dengan semangat yang tidak kenal lelah. Namun hari ini menjadi momentum untuk mengingat bahwa kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan. 


"Tanggungjawab kita adalah terus menjaga, mengisi dan mewujudkan cita - cita bangsa yang merdeka bersatu berdaulat adil dan makmur" terangnya.


Ia memaparkan, diantara para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan, jangan pernah melupakan peran besar yang dimainkan oleh para perempuan indonesia. Mereka bukan hanya mendukung perjuangan dibalik layar, tapi juga turut serta di garis depan mengangkat senjata memimpin pergerakan dan mendidik generasi penerus bangsa, seperti sosok Raden Ajeng Kartini, Cut Nyak Dien dan Dewi Sartika adalah sosok nyata dari keberanian dan keteguhan hati perempuan Indonesia yang telah berkontribusi besar dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, patut patut dikenang jasa ibu Patmawati yang berperan penting dalam momen bersejarah dengan menjahit bendera merah putih yang dikibarkan saat proklamasi kemerdekaan Indonesia simbol dari perjuangan panjang bangsa menuju kemerdekaan.

"Meskipun kita telah merdeka selama 79 tahun, perjuangan untuk keadilan dan kesejahteraan bagi perempuan dan anak masih harus kita lanjutkan" tegasnya.

Diterangkannya, perempuan dan anak harus merdeka dari kekerasan, eksploitasi, dan ketidaksetaraan. Mereka harus memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan, perlindungan hukum dan kesempatan untuk berkembang sesuai dengan potensi mereka.

Ia menambahkan, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( PPPA ) terus memperjuangkan kesetaraan dan kesejahteraan bagi perempuan dan anak melalui berbagai kebijakan dan program untuk meneruskan cita - cita mulia para pendiri bangsa. Sebuah tonggak pencapaian dalam memastikan anak - anak indonesia dapat bertumbuh dan berkembang dengan optimal serta memastikan hak - hak ibu dan anak terpenuhi melalui pengesahan Undang - Undang nomer 4 tahun 2024 tentang kesejahteraan ibu dan anak pada fase 1000 hari pertama kehidupan. 


"Kita patut bersyukur bahwa kita telah melahirkan undang - undang kesejahteraan ibu dan anak pada fase 1000 hari pertama kehidupan, memandatkan penyelenggara negara, dunia usaha dan masyarakat secara umum untuk memberikan dukungan menyeluruh terhadap kesejahteraan ibu dan anak termasuk didalamnya dukungan komprehensif untuk ibu yang bekerja" tuturnya.


Selain itu, Pemerintah juga terus berusaha mengembangkan wadah dimana seluruh pemangku kepentingan dapat menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan dapat memaksimalkan potensi perempuan dan anak yang selama ini masih sering ditinggalkan dalam pembangunan. Terkait dengan hal tersebut, Kementerian PPPA bersama - sama dengan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, membangun model - model desa ramah perempuan dan peduli anak yang saat ini sudah tersebar diberbagai daerah di Indonesia termasuk di Provinsi NTB.

"Desa Loyok merupakan salah satu desa ramah perempuan dan peduli anak yang sangat progresif kemajuannya yang saya harapkan dapat menjadi contoh bagi desa - desa yang lainnya" ungkapnya.

Dihadapan sang Merah Putih, Menteri PPPA mengajak masyarakat untuk berkomitmen terus berjuang demi kemerdekaan yang lebih luas dan lebih dalam. Kemerdekaan tidak hanya berarti bebas dari penjajahan fisik tetapi juga bebas dari segala penindasan, diskriminasi dan ketidak adilan.

"Marilah kita sama - sama mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan setara, dimana setiap warga negara tanpa memandang jenis kelamin ataupun usia dapat merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya" ujarnya.

Lebih jauh Ia menjelaskan bahwa, kesetaraan perempuan dan laki - laki mengakui kodrat masing - masing, kesetaraan tetap mengakui kodrat yang berbeda antara perempuan dan laki - laki.

Perempuan dan laki laki memiliki hak yang sama untuk maju, sejahtera, berkarya, berprestasi dan hak yang sama dalam pekerjaan dan jabatan publik. 

"Ayo perempuan di seluruh Indonesia terkhususnya peserta yang hadir di tempat ini, tunjukkan bahwa kita adalah perempuan perempuan hebat" tegasnya.

© Copyright 2022 - NTB Zone