![]() |
| Foto ( istimewa), Dwi Sudarsono, kepala ombudsman Nusa Tenggara Barat |
Lombok Timur, NTBZONE.COM - Kasus Viralnya Seorang Bocah yang baru berumur 7 Tahun, kini menjadi sorotan banyak pihak, diduga Khairul Wardi meninggal akibat kurang profesionalnya pelayanan RSUD Soedjono Selong.
Ombudsman yang dikenal sebagai lembaga independen yang menerima dan menyelidiki keluhan-keluhan masyarakat yang menjadi korban kesalahan administrasi (maladministration) publik, ikut bersuara terkait kasus tersebut.
Dwi Sudarsono yang menjadi kepala Ombudsman NTB mengatakan, kasus meninggalnya pasien RSUD Soedjono kini menjadi perhatian serius pihaknya. Ia meminta masyarakat melaporkan kejadian tersebut kepada ombudsman, jika keluarga tidak puas dengan penyelesaian kasus tersebut.
"Ombudsman NTB memberi perhatian serius terhadap kasus meninggalnya pasien di RSUD Lombok Timur. Masyarakat dapat melaporkan kepada Ombudsman jika keluarga tidak puas dengan penyelesaian kasus ini"ungkap Dwi Sudarsono
Selanjutnya Dwi Sudarsono meminta PJ Bupati Kabupaten Lombok Timur segera mengevaluasi kinerja Direktur Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Soedjono Selong.
"Bupati Lombok Timur dapat mengevaluasi terhadap kinerja Dirut RSUD. Apakah penyelenggaraan pelayanan publik di RSUD sudah sesuai dengan standar pelayanan publik"jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, Kisruh meninggalnya salah seorang pasien bocah yang baru berumur 7 Tahun, di karenakan tidak ada biaya untuk membayar administrasi di RSUD Soedjono Selong, berakhir di Ruangan PJ Bupati Lombok Timur. Senin,22/07/2024
Tidak main-main Sebelumnya Dr.Hasbi Selaku Kepala RSUD Soedjono, mengatakan akan siap mengundurkan diri jika itu benar terjadi.
Saat dikonfirmasi kades Kembang kerang menyayangkan prosedur pelayanan Rumah Sakit tersebut.
"Intinya yang membuat kami kecewa itu, kenapa pihak rumah sakit meminta administrasi dulu, baru dia layani pasien"ungkap Yahya Kades Kembang Kerang
Selanjutnya Kades membeberkan saat kejadian itu, Ia berada di rumah sakit dan mendengar langsung pihak RS yang meminta untuk membayarkan Administrasi dulu.
"Saya ada di lokasi sehingga saya berani ngomong"tutup kades.(Red)

Social Header