Breaking News

Kadis Pertanian Lotim Paparkan Besaran Alokasi Pupuk 2024

 

Kadis Pertanian Lotim Paparkan Besaran Alokasi Pupuk 2024


Lombok Timur, NTBZONE.COM - Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2024 mengusulkan  sebanyak 33.413 ton untuk pupuk urea, dan 43.225 ton untuk pupuk NPK. Sesuai dengan usulan sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) 

Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, Ir Sahri, Menjelaskan, Usulan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan SK Gubernur dan SK Bupati, sehingga Lombok Timur mendapatkan alokasi pupuk urea sebanyak 17.648 ton, dan pupuk NPK sebanyak 12.700 ton. 

"Nah posisinya sekarang ini waktu kami cek pada hari Kamis kemarin bersama Pj Gubernur dan Dinas Pertanian Provinsi, ketersediaan pupuk kita sudah sampai di tingkat distributor, ada yang sudah sampai tingkat pengecer, bahkan sudah ada sebagian petani kita yang sudah nebus,"ungkapnya Senin (15/01/2024). 

Dari data Dinas Pertanian, alokasi pupuk untuk kabupaten Lombok Timur sudah mencapai 60 persen. Jumlah tersebut sudah cukup memadai untuk musim tanam IP 1. Tentu dengan pola penggunaan yang tepat sesuai kebutuhan, bukan sesuai kebiasaan.

Menurutnya, jumlah 60 persen yang ada di distributor dan pengecer itu sudah cukup, jika petani merasa cukup. Karna, jelas dia, kebiasaan para petani belum merasa puas jika belum memupuk pematang. Sehingga dia bisa menghabiskan 5 kuintal per hektar, padahal kebutuhannya hanya setengah dari itu.

Seharusnya, jelas Sahri, jika petani belum merasa puas maka dapat ditambahkan dengan pupuk organik yang dapat memberikan keseimbangan, karna penggunaan pupuk organik selain untuk kesuburan tanaman, juga untuk menambah kesuburan lahan.

"Penggunaan organik itu awalnya banyak lama-lama sedikit, karna kesuburan lahan meningkat. Beda dengan pupuk un-organik, awalnya sedikit lama-lama menjadi banyak. Kenapa?, karna tingkat kesuburan lahan itu lama-lama jadi berkurang," jelasnya.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar penggunaan pupuk dilakukan secara berimbang. Jika penggunaan pupuk organik dan organik dirasa masih belum cukup, petani bisa menggunakan biosaka yang bahan-bahannya cukup melimpah sehingga mudah untuk didapatkan, tanpa harus mengeluarkan uang.


Caranya, kumpulkan 5 sampai 7 jenis pucuk gulma (semak-semak) yang bagus dan segar. Campurkan air secukupnya, kemudian diremas-remas hingga airnya berubah warna, lalu disaring dan diendapkan 1-3 hari untuk mendapatkan kualitas yang bagus.

"Cara penggunaannya adalah dikabutkan (disemprot) ke atas tanaman apa saja. Itu bisa melengkapi kekurangan pupuk, kekurangan pesida dan obat-obatan bisa dicukupi dengan kegiatan itu, yakni biosaka (kembali ke alam)," terangnya.

Sahri menerangkan, biosaka adalah inovasi yang telah dikembangkan oleh petani dari bahan baru-terbarukan yang tersedia melimpah di alam serta untuk pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. 

Dengan demikian, penggunaan biosaka tidak memiliki efek samping (over dosis) meski digunakan sesering mungkin dan dalam jumlah banyak. Sebaliknya, semakin sering digunakan maka hasilnya akan semakin bagus. 

"Hasil uji coba teman-teman penyuluh di kecamatan Terara terhadap tanaman tomat, biasanya kalo sudah 2-3 panen batangnya sudah mulai layu. Tapi setelah dipupuk/disemprot menggunakan biosaka, sampai sekian kali panen masih segar/hijau," tuturnya.

Atas hal itu, maka gerakan penggunaan biosaka di Lombok Timur harus dimassifkan. Sejauh ini Dinas Pertanian sendiri sudah melakukan sosialisasi dengan mengumpulkan seluruh kepala UPT PP. Selanjutnya, para Kepala UPT PP diminta untuk mengumpulkan semua ketua kelompok tani untuk dilakukan sosialisasi.

Terakhir, Sahri mengimbau kepada para distributor dan pengecer untuk melakukan pendistribusian pupuk sesuai dengan aturan dengan prinsip 4T. Yakni Tepat waktu, Tepat Jumlah, Tepat sasaran, dan Tepat administrasi/pelaporan.

Untuk memastikan itu, dirinya telah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan TNI/Polri untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap pendistribusian pupuk bersubsidi agar tidak terjadi penyelewengan.

"Saya sudah ngomong sama teman-teman Polmas dan Babinsa, mari sama-sama kita awasi. Yang rawan itu biasanya dari pengecer ke petani. Tolong kalo teman-teman temukan itu, sampaikan ke kami untuk kita tindaklanjuti. Tetapi tentu dengan barang bukti,"tutupnya.

© Copyright 2022 - NTB Zone