![]() |
| Foto ( istimewa) : Ilustrasi Kulit Muka Rusak Akibat Penggunaan Bahan Bermerkuri |
Lombok Timur, NTBZONE.COM – Tren skincare kian menjamur di kalangan masyarakat, tak hanya perempuan tetapi juga laki-laki dan bahkan anak remaja. Namun di balik manfaatnya, para ahli kesehatan kulit mengingatkan adanya bahaya jangka panjang jika penggunaan skincare dilakukan tanpa pengawasan atau mengandung bahan berbahaya.
Menurut Dr. Siti Marlina, Sp.KK, dokter spesialis kulit di Jakarta, efek penggunaan skincare yang mengandung bahan kimia berisiko seperti merkuri, hydroquinone dosis tinggi, atau steroid dapat merusak lapisan kulit secara permanen. “Awalnya mungkin tampak lebih putih atau halus, tapi pemakaian jangka panjang bisa menyebabkan kulit menipis, mudah iritasi, hingga berisiko kanker kulit,” jelasnya saat ditemui, Kamis (11/9).
Hal senada diungkapkan Dr. Andi Wirawan, dermatolog asal Surabaya. Ia menambahkan, banyak pasien datang dengan keluhan kulit rusak akibat terlalu sering memakai produk yang dijual bebas tanpa izin BPOM. “Kulit bisa jadi sangat sensitif, merah, penuh jerawat, dan dalam kasus tertentu zat berbahaya itu bisa masuk ke darah lalu mengganggu ginjal maupun sistem saraf,” tegasnya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan resminya juga menyebutkan bahwa produk pemutih kulit berbahan merkuri bisa menimbulkan dampak jangka panjang berupa kerusakan ginjal dan gangguan saraf. Sementara studi internasional yang dimuat di Journal Scientific Reports (Nature, 2023) menemukan bahwa sebagian besar kosmetik pemutih yang diteliti di Nigeria mengandung arsenik, hydroquinone, dan merkuri dalam kadar berbahaya.
Bahaya skincare juga mengintai kelompok usia muda. Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh American Academy of Pediatrics (AAP) tahun 2025 menyebut bahwa rutinitas skincare yang viral di media sosial, terutama di kalangan remaja, justru banyak yang mengandung bahan iritan dan berpotensi mengganggu perkembangan kulit mereka.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak mudah tergiur iklan instan. Produk perawatan kulit yang aman wajib memiliki izin edar BPOM dan jelas komposisinya. “Merawat kulit boleh, tapi jangan sampai merusak kesehatan. Konsultasi dengan dokter adalah langkah terbaik sebelum mencoba produk baru,” pungkas Dr. Siti.

Social Header